Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Binatang Buas Sungai Amazon

hewan buas


Binatang Buas Sungai Amazon | Hutan Amazon merupakan salah satu tempat di dunia yang memiliki keanekaragaman ekosistem yang sangat menawan. Berbagai jenis hewan dan tumbuhan dapat hidup dan berkembang biak di Hutan Amazon. Salah satu ekosistem luar biasa yang ada di sana adalah sungai Amazon yang merupakan salah satu sungai terbesar di dunia dengan charge air yang sangat besar yang merupakan ekosistem berbagai hewan buas unik dan menarik. 


Selain keanekaragamannya, sungai Amazon juga terkenal dengan keganasannya. Ada banyak hewan buas yang sangat berbahaya di sana. Ada juga beberapa hewan berbahaya di sungai Amazon yang tidak aktif menyerang, tetapi jika diganggu akan sangat berbahaya. 


Sungai terpanjang kedua di dunia setelah Sungai Nil, Sungai Amazon terletak di Amerika Selatan. Di benua itu, itu adalah sungai terpanjang. Perairan ini juga menjadi rumah bagi lebih dari 2.000 spesies ikan di dunia dan lebih dari 400 jenis amfibi. 


Di antara hewan air yang menghuni Sungai Amazon, ada beberapa yang tergolong liar bahkan bisa membunuh manusia. Penasaran tentang apa saja? Yuk, simak satu per satu! 


7 Binatang Buas Sungai Amazon


1. Belut listrik 

Sesuai dengan namanya, belut ini bisa memancarkan listrik. Arus yang dikeluarkannya melalui ekornya bahkan sangat kuat, yakni bisa mencapai 600 volt, seperti dilansir situs National Geographic. Ini cukup untuk melumpuhkan lawannya, bahkan yang lebih besar dari belut. 


Mengutip Mental Floss, 20 persen organ indispensable belut listrik terletak di bagian depan tubuhnya. Sisanya, terdiri dari 6.000 sel, bertindak seperti baterai kecil. 


Serangan deadly belut listrik pada manusia jarang terjadi. Mereka tidak benar-benar menyerang jika mereka tidak merasa terancam. Namun, kita harus tetap waspada dan menjauhi hewan-hewan tersebut sebisa mungkin. Dilansir The Active Times, sengatan belut listrik sekecil apa joke dapat menyebabkan gagal jantung dan pernapasan pada manusia. 


2. Ikan Piranha 


Piranha merupakan salah satu ikan buas yang terkenal memiliki gigi yang sangat tajam. Mereka sering mampu merobek tubuh hewan lain dengan cepat. Ikan piranha umumnya berburu secara berkelompok sehingga dapat memangsa hewan besar. 


Ikan berukuran sedang ini sebenarnya tidak terlalu berbahaya bagi manusia. Namun, ada beberapa laporan tentang serangan terhadap manusia di Sungai Amazon. Beberapa di antaranya berakhir dengan kematian, seperti dilansir situs The Spruce Pets. 


Dari lebih dari 20 spesies piranha yang hidup di Sungai Amazon, hanya piranha perut merah (Pygocentrus nattereri Kner) yang diketahui agresif dan pernah memangsa manusia, seperti dilansir laman Live Science. Selebihnya, spesies lain tergolong omnivora dan justru lebih banyak memakan biji atau tumbuhan air daripada daging. Bahkan, ada juga spesies piranha yang veggie lover. 



3. Amfibi beracun 


Dilansir laman WWF, dari sekitar 4.000 spesies katak di dunia, 427 di antaranya hidup di Amazon, termasuk katak beracun. Salah satunya adalah katak panah beracun, spesies Dendrobates. Mereka adalah hewan kecil (20 mm-40 mm) yang memiliki warna cerah, seperti merah, oranye atau hijau. 


Dengan warna ini, pemangsa katak panah beracun dapat dengan mudah mengenalinya dan lolos dengan selamat. Namun, beberapa hewan kecil yang tidak waspada dan mendekat akan lumpuh karena racun dari kulit katak. Zat ini sangat mematikan, bahkan diperkirakan hanya sekitar 2,5 gram saja bisa membunuh manusia dewasa. 


Jenis amfibi beracun lainnya yang juga hidup di Sungai Amazon adalah kodok tebu raksasa (Bufo marinus). Kulit mengeluarkan cairan yang bersifat racun karena mengandung buphototoxin. Faktanya, kucing dan anjing bisa mati hanya karena memakan katak ini di mulutnya. 


Efek dari kontak dengan buphotoxin bervariasi. Namun umumnya, gejala yang muncul adalah air liur berlebihan, kedutan, dan muntah. Zat tersebut juga dapat menyebabkan kelumpuhan sementara atau bahkan kematian hunter kecil. 


4. Hiu banteng 

Meski berada di sungai, jangan harap bisa bebas dari hiu. Meski diketahui hidup di air asin, beberapa jenis hiu juga bisa hidup di air tawar. Di Sungai Amazon, ada hiu banteng yang bermigrasi dari laut. Bernama latin Carcharhinus leucas, spesies ini mampu hidup di air tawar dengan menjaga kadar garam dalam tubuhnya. 


The Active Times melansir, mereka tergolong spesies hiu yang ganas dan sering menyerang manusia. Hiu banteng juga dapat menyerang hiu dan ikan bertulang lainnya. Seperti yang dilaporkan di situs web Rainforest Cruises, mereka memiliki rahang yang kuat yang memungkinkan mereka memangsa hewan yang lebih besar. 


5. Ular boa constrictor hijau 

Salah satu binatang legendaris dan ikonik di Sungai Amazon adalah boa constrictor hijau. Spesies dengan nama latin Eunectes murinus ini merupakan ular terbesar dan terberat di dunia saat ini. Bobot yang tercatat bisa mencapai 227 kilogram. Mereka memiliki panjang tubuh 8,43 meter dengan ketebalan 1,11 meter, lapor Museum Sejarah Nasional. 


Anakonda hijau dapat hidup di darat atau di air. Mengutip situs National Geographic, meski bergerak lambat di darat, ular ini mampu berenang sangat cepat di air karena tubuhnya menjadi lebih licin. Mereka tidak beracun, tetapi memiliki kemampuan untuk memelintir dan mencekik mangsanya sampai mati. 


Dilansir laman Live Science, boa constrictor menyandang status sebagai pemakan manusia. Ada banyak laporan tentang ular ini memangsa manusia, meskipun tidak ada yang benar-benar diverifikasi. Secara ilmiah, ini memang mungkin. 


Anakonda hijau diketahui memangsa mangsa yang lebih tangguh dan kuat dari kita, seperti rusa berekor putih yang beratnya mencapai 54 kg. Dengan demikian, masuk akal untuk berasumsi bahwa ular ini juga dapat memangsa manusia dengan ukuran setidaknya sama dengan rusa. 



6. Caiman hitam 


Caiman hitam atau nama latinnya Melanosuchus niger juga merupakan hewan buas berbahaya yang menghuni Sungai Amazon. Dilansir dari Animal Corner, mereka juga hidup di berbagai living space air tawar seperti sungai berarus lambat, danau, sabana yang tergenang air, dan lahan basah di Bolivia, Brasil, Kolombia, Ekuador, Guyana, Guyana Prancis, Peru, dan Venezuela. 


Dengan panjang tubuh hingga 6 meter, caiman hitam merupakan hewan buas puncak di ekosistem Amazon. Oleh karena itu, hewan ini memiliki banyak jenis mangsa. Mengutip situs Seaworld Parks and Entertainment, saat remaja, caiman hitam memakan krustasea, serangga, ikan kecil, amfibi, mamalia kecil, dan burung. Saat dewasa, mereka memakan ikan, burung, reptil lainnya, amfibi, dan berbagai jenis mamalia. 


Situs web Animal Corner menyatakan bahwa caiman yang lebih besar dapat memakan ungulate dan ular boa constrictor. Gigi reptil ini dirancang untuk mencengkeram tetapi tidak merobek. Dengan begitu, korban akan tertelan utuh setelah ditenggelamkan. 


Caiman hitam besar juga memiliki kemampuan memangsa manusia. Situs Britannica, The Worldwide Crocodilian Attack Database (CrocBITE) mencatat bahwa antara Januari 2008 dan Oktober 2013, telah terjadi 43 serangan caiman hitam pada manusia, tetapi kurang dari seperlimanya berakibat deadly. 


7. Ikan candiru 


Meski ukuran tubuhnya kecil, jangan remehkan ikan yang memiliki nama latin Vandellia cirrhosa ini. Mengutip situs Britannica, karena ukurannya yang lucu dan sulit dilihat, ikan candiru bisa masuk ke lubang mana saja di tubuh manusia, termasuk alat kelaminnya. Pada pria, ikan ini bisa masuk ke uretra dan testis. 


Begitu masuk ke saluran kemih, tidak ada yang bisa dilakukan untuk meredakan rasa sakit selain amputasi. Prosedur ini juga perlu dilakukan untuk mencegah ikan ini memasuki lokasi yang lebih dalam di tubuh manusia. Amazing, itu mengerikan, bukan? Itulah yang umumnya dikhawatirkan penduduk setempat saat mandi atau berendam di Sungai Amazon. 


Sebenarnya target utama ikan candiru bukanlah manusia. Kasus di atas malah terjadi karena ikan salah sasaran. Makanan utama "si kecil" ini adalah darah di celah insang ikan yang lebih besar. 


Untuk mencari makanan, candiru akan mengikuti jejak senyawa amonia di dalam air. Ini adalah bagian dari sisa metabolisme ikan yang dikeluarkan melalui insang. Nah, air seni manusia juga mengandung senyawa amonia, sehingga ikan candiru bisa salah arah. Mereka mengira manusia yang sedang buang air kecil adalah mangsanya. 


Nah, itulah beberapa hewan air liar yang hidup di Sungai Amazon yang perlu kita ketahui. Sebagai salah satu sungai terbesar di dunia dan masih alami, wajar saja jika kawasan ini memiliki fauna yang beragam. 


Dengan hadirnya berbagai satwa liar di sana, apakah Anda takut atau hanya merasa tertarik untuk mengunjungi Sungai Amazon, Sumber Matadia.com


hewan buas di dunia, hewan buas adalah, hewan buas apa aja, hewan buas afrika, hewan buas amazon, hewan buas artinya, hewan buas australia, hewan buas amerika, hewan buas indonesia, hewan buas harimau, hewan buas hutan amazon






Post a Comment for "Binatang Buas Sungai Amazon"